Anchor text adalah teks yang dapat diklik pada sebuah hyperlink. Dalam SEO, anchor text membantu pengguna memahami ke mana sebuah link akan membawa mereka dan memberi konteks tambahan kepada mesin pencari tentang halaman tujuan.

Anchor text yang baik tidak harus selalu berupa keyword exact match. Yang lebih penting adalah teks tersebut jelas, natural, dan sesuai dengan konteks kalimat serta halaman yang dituju.

Apa fungsi anchor text

Google menjelaskan bahwa anchor text membantu pengguna dan Google memahami halaman yang ditautkan. Karena itu, kualitas anchor tidak hanya dinilai dari keyword, tetapi juga dari seberapa baik teks tersebut menggambarkan tujuan link.

Dalam internal linking, anchor text dapat memperjelas hubungan antarhalaman. Dalam backlink, anchor text berada di luar kendali penuh pemilik situs karena ditentukan oleh pihak yang menautkan.

Jenis anchor text yang umum digunakan

Exact match

Anchor menggunakan keyword yang sama persis dengan topik halaman tujuan, misalnya “internal linking” untuk menuju artikel tentang internal linking.

Partial match

Anchor memuat keyword beserta kata lain, misalnya “cara membuat internal linking yang efektif”. Jenis ini sering terasa lebih natural di dalam kalimat.

Branded anchor

Anchor menggunakan nama brand. Tipe ini umum dipakai ketika pembaca perlu diarahkan ke halaman brand, profil, atau sumber resmi.

URL anchor

URL ditampilkan langsung sebagai teks link. Format ini dapat digunakan pada konteks tertentu, meski biasanya kurang informatif dibanding teks yang deskriptif.

Generic anchor

Contohnya adalah “klik di sini”, “baca selengkapnya”, atau “lihat halaman ini”. Anchor seperti ini tidak selalu salah, tetapi sering kehilangan kesempatan untuk menjelaskan tujuan link dengan lebih jelas.

Cara menggunakan anchor text secara natural

1. Jelaskan halaman tujuan

Pilih kata yang membuat pembaca dapat memperkirakan isi halaman sebelum mengklik. Anchor tidak perlu panjang, tetapi harus cukup deskriptif.

2. Sesuaikan dengan kalimat

Jangan memaksakan keyword ke dalam kalimat hanya demi SEO. Anchor yang terdengar janggal dapat mengurangi kenyamanan membaca.

3. Hindari pengulangan berlebihan

Memakai anchor exact match yang sama berulang kali di satu halaman tidak otomatis membuat link lebih kuat. Variasi natural dapat digunakan selama tetap menggambarkan halaman tujuan secara akurat.

4. Jangan membuat anchor terlalu panjang

Anchor yang sangat panjang dapat mengganggu pemindaian teks. Pilih bagian kalimat yang paling relevan sebagai link.

5. Pastikan halaman tujuan benar-benar relevan

Anchor yang deskriptif tidak akan membantu jika halaman tujuan tidak sesuai dengan janji teks link. Relevansi sumber, anchor, dan tujuan harus konsisten.

Anchor text untuk internal link

Dalam internal linking, pemilik website memiliki kendali lebih besar terhadap anchor. Kesempatan ini sebaiknya digunakan untuk membangun struktur yang jelas, bukan untuk menjejalkan keyword.

Jika satu artikel membahas canonical URL, misalnya, anchor seperti “cara menentukan canonical URL” biasanya lebih informatif daripada “klik di sini”. Anchor tersebut menjelaskan apa yang akan ditemukan pembaca setelah mengklik.

Anchor text untuk backlink

Backlink dari website lain tidak perlu memiliki anchor yang selalu sama. Profil anchor yang terbentuk secara natural biasanya bervariasi karena setiap penerbit menulis dengan gaya dan konteks berbeda.

Upaya mengatur anchor exact match secara agresif pada link yang dibuat terutama untuk memengaruhi ranking dapat menimbulkan risiko bila masuk ke praktik link spam. Fokus yang lebih aman adalah mendapatkan referensi yang relevan dan bernilai bagi pembaca.

Kesalahan yang perlu dihindari

  • Menggunakan keyword exact match di setiap link.
  • Membuat anchor tidak sesuai dengan halaman tujuan.
  • Menautkan teks yang sangat panjang tanpa kebutuhan.
  • Menggunakan anchor generik padahal konteks yang lebih jelas tersedia.
  • Menambahkan link hanya demi SEO tanpa manfaat bagi pengguna.

Cara mengevaluasi anchor text di website

  1. Ambil daftar internal link dari crawler atau audit manual.
  2. Kelompokkan link berdasarkan URL tujuan.
  3. Periksa apakah anchor menggambarkan halaman tujuan dengan baik.
  4. Cari anchor yang berulang secara tidak natural atau terlalu generik.
  5. Perbaiki anchor pada halaman sumber yang paling relevan.
  6. Pastikan link tetap masuk akal bagi pembaca setelah perubahan.

Anchor text adalah bagian kecil dari SEO, tetapi perannya penting dalam navigasi dan konteks. Prinsip paling aman adalah sederhana: tulis anchor untuk membantu pembaca memahami apa yang akan mereka temukan setelah mengklik.

Sumber rujukan

Artikel Terkait

© 2022 Acuan Digital | Digital Marketing dan Branding Agency